Strengthening Of Basic Literacy Special Curriculum By Utilizing Local Potentials

Nama Program: Penguatan Konsep Kurikulum Pendidikan Khusus Literasi Dasar dengan Pemanfaatan Potensi Lokal untuk Sekolah Dasar di Tambolaka, Sumba Barat Daya (Kelas Lentera)
Mitra Pelaksana: Kuark Internasional
Sektor: Pendidikan
Lokasi: Tambolaka, Sumba Barat Daya  
Durasi Program:  14 bulan
Periode:  Agustus 2019 – Desember 2021

 

A. Tujuan

Meningkatkan kualitas pengajaran guru dan literasi dasar siswa di tiga sekolah percontohan (pilot school); SDN Waikelo, SDN Watukala, dan SDN Payola Umbu

B. Indikator

Dampak program akan diukur melalui pencapaian dan komponen berikut: 

1. Guru memahami hakikat mendidik, keterampilan abad ke-21 dan prinsip pendekatan Pembelajaran Inkuiri Berbasis Lingkungan melalui Pemanfaatan Potensi Lokal
Komponen:

  • Guru dapat menginternalisasi hakikat mendidik
  • Guru dapat menginternalisasi hakikat kurikulum
  • Guru dapat menjabarkan potensi lokal di lingkungan sekolah
  • Guru dapat memahami instruksional pembelajaran inkuiri berbasis lingkungan

2. Guru dapat mengimplementasikan Pembelajaran Inkuiri Berbasis Lingkungan yang sesuai dengan karakter, kurikulum, peserta didik, dan lingkungan
Komponen:

  • Guru dapat melakukan analisis potensi lokal di lingkungan sekolah
  • Guru dapat membuat Subject Specific Pedagogy (SSP) pembelajaran inkuiri berbasis lingkungan melalui potensi lokal

3. Guru dapat merancang dan mengimplementasikan penilaian dalam pembelajaran inkuiri berbasis lingkungan sesuai karakter, kurikulum, peserta didik, dan lingkungan
Komponen:

  • Guru dapat merancang penilaian autentik dalam pembelajaran
  • Guru dapat merancang penilaian dengan pendekatan proses
  • Guru dapat menerapkan berbagai instrumen penilaian dalam pembelajaran sesuai dengan karakter, konten, lingkungan , dan peserta didik

C. Latar Belakang & Konteks

  1. Di Indonesia Timur, kualitas pendidikan masih minim namun berpotensi untuk dikembangkan. Maka dari itu, dibentuk sekolah percontohan untuk mengembangkan kualitas pendidikan dengan memanfaatkan potensi dan kekayaan lokal sebagai pendukung kegiatan belajar
  2. Melalui program ini, tiga sekolah di antaranya SDN Waikelo, SDN Watutakula, dan SDN Payola Umbu dijadikan sekolah percontohan untuk mencapai berbagai perubahan. Perubahan yang disasar di antaranya perubahan mindset guru terhadap anak dan tidak lagi menggunakan kekerasan, mengajar dengan alat peraga dan mendidik dengan tepat. Dari perubahan yang disasar diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa
  3. Berdasarkan kajian yang dilaksanakan pada tahun 2019, teridentifikasi bahwa kondisi siswa di tiga sekolah rata-rata berada pada tingkat lower extreme, di mana kondisi perkembangan pendidikan siswa tertinggal dua sampai tiga tahun dari usianya. Kemampuan membaca, mengeja, menulis dan memahami siswa juga berada pada tingkat extreme low average skills
  4. Kemampuan mengajar guru masih belum sesuai dengan kompetensi dasar pendidik, di mana kemampuan kognitif guru juga masih di bawah standar minimum
  5. Di balik keterbatasannya, para guru memiliki semangat tinggi untuk mengembangkan diri. Kondisi ini merupakan kesempatan diimplementasikannya program pengembangan guru dan siswa untuk mempercepat peningkatan kualitas pengajaran dan pendidikan di ketiga sekolah percontohan

D. Deskripsi

Untuk menindaklanjuti hasil kajian dan mencapai peningkatan kualitas pengajaran guru dan literasi dasar siswa, Kuark Internasional dan William & Lily Foundation menerapkan pendekatan evaluasi komprehensif dengan metode evaluasi context, input, process, product (CIPP).

No.  Bagian  Definisi  Aktivitas
1.  Evaluasi 

Context

Evaluasi Context digunakan untuk  menentukan konteks yang relevan,  mengidentifikasi target populasi dan  menilai kebutuhan program,  mengidentifikasi peluang untuk  memenuhi kebutuhan, mendiagnosa  masalah yang mendasari kebutuhan, dan  untuk merumuskan tujuan dari program (Tseng, Kuo-Hung et al., 2010:258)
  • Tes profil siswa 
  • Tes profil guru
2.  Evaluasi input
  • Digunakan untuk menentukan dan  menilai pendekatan alternatif yang  diambil, rencana dan strategi serta  menentukan sumber-sumber yang ada  untuk memenuhi kebutuhan program
  • Input dalam program ini menyusun  kurikulum konteks untuk sekolah.  Kurikulum disusun, dilatihkan dan  dimonitor secara intensif. Kurikulum  berorientasi pada pendidikan  berkebutuhan khusus
  • Pengembangan kurikulum sekolah  untuk kebutuhan khusus penguasaan literasi dasar
  • Perencanaan desain pelatihan dan  pendampingan
3.  Process  Digunakan untuk menilai pelaksanaan  program dan sebagai panduan program  untuk melihat sejauh mana rencana telah  diterapkan
  • Pelatihan dengan pendekatan  inkuiri
  • Program pendampingan sekolah
  • Observasi proses pembelajaran 
4.  Product  Digunakan untuk mengukur, menginterpretasikan dan menilai  pencapaian program (Stufflebeam &  Shienfield, 1985:176)
  • Analisis peningkatan profil guru  (kualitas mengajar dan kognitif)
  • Analisis peningkatan profil siswa  (kesiapan belajar dan literasi dasar)
  • Dokumentasi kurikulum untuk  ketiga sekolah
  • Publikasi artikel ilmiah.

Related Posts