Penutupan Program Penguatan Konsep Kurikulum Pendidikan Khusus Literasi Dasar dengan Pemanfaatan Potensi Lokal untuk Sekolah Dasar di Sumba Barat Daya

Dalam rangka merespon rendahnya tingkat literasi para murid SD di Sumba Barat Daya, WLF memberikan dukungan kepada KUARK Internasional untuk melaksanakan program Penguatan Konsep Kurikulum Pendidikan Khusus Literasi Dasar dengan Pemanfaatan Potensi Lokal untuk Sekolah Dasar selama tiga tahun sejak tahun 2019 hingga 2021 di SDN Waikelo dan SDN Watu Takula. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru SD dalam menyusun dan menerapkan prinsip pendekatan pembelajaran inkuiri berbasis lingkungan yang sesuai dengan karakter, kurikulum, peserta didik, dan lingkungan. 

Sebelum program ini dilaksanakan, terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para guru selama proses belajar mengajar. Kurangnya daya konsentrasi siswa, minimnya metode pembelajaran yang menarik, dan kesulitan yang dihadapi para guru dalam meningkatkan kemampuan murid.  Tidak sedikit guru yang menjadi mitra dampingan mengeluhkan kurangnya motivasi dan semangat mereka dalam mengajar karena para murid tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Untuk menjawab keresahan ini, program Kelas Lentea melakukan berbagai langkah seperti pendekatan pembelajaran inkuiri dan senam otak untuk dapat membantu para guru mengubah keadaan. 

 

Di akhir masa implementasi program, berbagai perubahan positif yang memberikan angin segar bagi para guru dan murid dampingan mulai terlihat. Para guru mulai mempraktikkan materi-materi yang diberikan saat pelatihan. Guru-guru juga berbagi pengetahuan dengan guru lainnya dalam kegiatan berbagi praktik baik maupun pada kegiatan rutin Kelompok Kerja Guru (KKG). Bahkan para guru mengakui bahwa program ini telah mengubah pola pikir mereka, membuat mereka menjadi lebih percaya diri, lebih profesional dalam menyiapkan materi pembelajaran khususnya dalam mengajarkan literasi dan numerasi. Selama diterapkannya masa pembatasan kegiatan karena pandemic COVID-19, para guru juga aktif mendatangi murid-muridnya di rumah untuk melakukan proses belajar mengajar. Cerita-cerita perubahan ini juga dituangkan ke dalam sebuah buku yang dapat dijadikan bahan pembelajaran maupun replikasi bagi guru-guru di sekolah lainnya. Pendidikan merupakan pintu peradaban dunia. Peran guru sangat penting untuk membuka pintu tersebut dengan memberikan kesempatan bagi para murid untuk terus belajar dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. WLF berharap agar para guru yang menjadi mitra dampingan dalam program ini dapat berperan lebih jauh sebagai “agent of change” bagi dunia pendidikan di Sumba Barat Daya, mengajak guru-guru lainnya untuk terus belajar menjadi pendidik yang lebih baik dan selalu berupaya untuk melahirkan inovasi.